Pengertian Kitab Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

  • April 8, 2019

Kita mungkin pernah mendengar sebuah ungkapan yang berbunyi ‘buku adalah jendela dunia’. Terlepas dari paham atau tidaknya kita terhadap ungkapan tersebut, buku memang memberikan kita pengetahuan jika dibaca dan dipahami dengan sungguh-sungguh. Buku atau kitab merupakan sebuah media tulis untuk menyampaikan sesuatu seperti pesan dan sebagainya. Sejak zaman dahulu kala, manusia mulai menciptakan suatu sistem atau media untuk berkomunikasi. Pada awalnya, manusia baru bisa berkomunikasi melalui suara-suara yang dikeluarkannya meskipun bukan merupakan suara yang jelas. Seiring dengan berkembangnya akal manusia, mereka mulai menciptakan sesuatu untuk lebih mempermudah komunikasi jarak jauh, karena tidak mungkin jika kita harus berteriak secara keras agar bisa berkomunikasi dengan orang yang jaraknya jauh dari kita. Oleh karena itu, terciptalah tulis menulis.

Pada awal penggunaannya, tulisan masih ditulis dalam daun papirus atau daun lontar, yang biasa digunakan oleh masyarakat Mesir Kuno ribuan tahun yang lalu. Sedangkan bangsa Cina mulai menggunakan media daun lontar atau potongan kayu dan bambu yang diikat menjadi satu. Di belahan dunia lainnya seperti Timur Tengah, masyarakatnya menggunakan kulit hewan ternak seperti domba, biri-biri, kambing, dan keledai yang biasa disebut sebagai perkamen, sebagai media tulis yang kemudian disatukan hingga menjadi buku atau kitab pertama yang dijilid.

Saat ini, kita mungkin tidak lagi menggunakan daun lontar, perkamen, dan daun papirus sebagai media tulis. Kertas menjadi media utama sebagai bahan baku dalam membuat sebuah buku atau kitab. Buku dan kitab pada dasarnya merupakan dua hal yang sama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘buku’ bermakna sebagai lembar kertas yang berjilid, baik itu berisi tulisan atau kosong dan juga bisa disebut sebagai kitab. Sedangkan ‘kitab’ berarti buku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Perbedaannya mungkin terdapat dalam penggunaannya. Kita biasa membaca buku baik itu buku fiksi atau pun buku non fiksi yang pada umumnya bersifat duniawi, sedangkan kitab lebih berisi mengenai suatu bacaan yang bersifat keakhiratan. Kita juga lebih sering mendengar istilah ‘kitab suci’ dan bukan ‘buku suci’. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘kitab’ juga bermakna wahyu Tuhan yang dibukukan atau kitab suci, baik itu Alquran, Injil, Taurat, dan Zabur.

Dari penjelasan di atas kita dapat mengetahui perbedaan kitab dan buku yang lebih menjurus ke perbedaan penggunaannya saja, sedangkan makna dari keduanya terbilang sama berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam KBBI, kitab memiliki kata turunan yaitu berkitab yang berarti mempunyai kitab (suci), dan pengitaban yang bermakna pengumpulan larangan dan suruhan kitab (undang-undang) atau pencatatan hukum. Selain itu, kata ‘kitab’ dalam KBBI juga bisa digabung dengan kata lain dan membentuk tambahan makna hingga makna baru seperti berikut.

1. Kitab kejadian : kitab suci yang menceritakan terjadinya alam semesta
2. Kitab kemitab : berbagai-bagai kitab
3. Kitab kuning : kitab bertulis Arab tanpa harakat, dijadikan sumber pengajaran di pondok pesantren
4. Kitab logat : daftar kata dengan ucapannya yang baik
5. Kitab sembahyang : buku doa
6. Kitab simbur cahaya : kodifikasi peraturan adat yang ditulis oleh Ratu Sinuhun pada zaman pemerintahan Kesultanan Palembang (1636-1642 M)
7. Kitab suci : wahyu Tuhan yang dibukukuan (seperti Alquran, Injil, Taurat, Zabur)
8. Kitab tib : buku mengenai mantra atau jampi-jampi